Ini 8 Lokasi Miqat yang Harus Diketahui Jamaah Umroh & Haji

Sebagaimana ibadah lainnya dalam Islam, umroh dan haji memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi. Salah satunya adalah mengambil niat umroh dan haji berdasarkan miqat. Miqat merupakan batas tempat yang telah ditentukan dalam ibadah umroh dan haji, itu sebabnya setiap jamaah umroh dan haji harus memahami apa itu miqat.

Miqat secara bahasa memiliki pengertian sebagai batas. Batas yang dimaksud adalah batasan-batasan untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang dilarang dalam ibadah umroh maupun haji. Batasan yang ada pada miqat ditandai sejak dimulainya niat umroh maupun haji. Sama seperti dalam ibadah lain seperti sholat, seusai niat, orang yang berniat tidak boleh melakukan hal-hal yang dilarang yang dapat membatalkan atau bahkan membuat ibadah tidak sah.

Dalam syariat, miqat dibagi menjadi dua yakni miqat zamany dan miqat makani. Apa perbedaannya?

Miqat Zamani

Miqat zamani merupakan batasan yang didasarkan pada waktu, artinya mengambil niat hanya pada waktu tertentu. Bagi ibadah umroh, miqat zamani dapat dilakukan sepanjang waktu tanpa ada batasan waktu. Sementara pada ibadah haji, miqat hanya bermula pada bulan Syawal sampai terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah waktu setempat.

Berdasarkan ketentuan miqat zamani inilah mengapa musim haji sangat terbatas waktunya. Sehingga jamaah haji hanya berangkat pada bulan Syawal, Dzulkaidah, dan Dzulhijjah.

Miqat Makani

Sementara miqat makani, merupakan miqat berdasarkan pada titik tempat yang telah ditentukan oleh Rasulullah saw. Titik ini tidak dapat diubah dan selalu tepat lokasinya. Sehingga pengambilan niat umroh ataupun haji harus memperhatikan tempat-tempat yang telah ditentukan.

Miqat yang paling populer dikenal adalah miqat Ji'ranah, miqat Tan'eim dan miqat Hudaibiyah. Miqat ini merupakan miqat bagi para penduduk atau pendatang yang tinggal di Mekah. Ketiga lokasi miqat ini masih berada di wilayah Mekah. Jarak setiap miqat tersebut bervariasi sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi dan situasi.

1. Jiranah

Lokasi Jiranah berjarak 26 kilometer di sebelah selatan Masjidil Haram. Dalam beberapa riwayat miqat Jiranah dijelaskan memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding dua miqat lainnya.

2. Tan'im

Miqat Tan'im merupakan lokasi miqat terdekat dari Masjidil Haram. Jaraknya hanya kurang lebih tujuh kilometer dari Baitullah. Karena jaraknya yang dekat, miqat ini juga menjadi titik miqat yang berbiaya murah. Itu sebabnya Tan'im menjadi lokasi yang paling sering dijadikan tempat miqat niat umroh berulang kali bagi mereka yang ingin menjalankan ibadah umroh berulang kali dalam satu hari.

3. Hudaibiyah

Titik lokasi Miqat Hudaibiyah merupakan yang terjauh dibandingkan dua lokasi lainnya, jaraknya sekitar 38 kilometer dari Masjidil Haram. Daya tarik miqat ini adalah satu-satunya miqat yang berkaitan dengan peristiwa sejarah perang yang dilakukan oleh umat Islam melawan bangsa Quraisy di masa Rasulullah saw.

Bagi jamaah umroh asal Indonesia umumnya biro perjalanan akan membimbing para jamaah untuk merasakan mengambil niat miqat dari ketiga lokasi. Sembari berjalan ke destinasi-destinasi yang telah ditentukan, jamaah akan diantar ke tempat mengambil niat umroh di miqat.

4. Dzulhulaifah Bir Ali atau disebut juga Abyar Ali

Lokasi miqat lain yang cukup populer bagi jamaah umroh asal Indonesia adalah Dzulhulaifah Bir Ali atau disebut juga Abyar Ali. Lokasi miqat ini selalu menjadi tempat singgah untuk mengambil niat umroh usai tinggal di kota Madinah setelah beberapa hari. Mengambil niat di Bir Ali artinya jamaah harus menyelesaikan umrohnya di Mekah. Miqat Bir Ali merupakan titik yang relatif jauh karena berjarak 450 kilometer dari Mekah.

5. Yalamlam

Ada pula lokasi miqat yang ditentukan berdasarkan arah kedatangan. Seperti miqat Yalamlam yang ditentukan untuk jamaah umroh dari Indonesia, Malaysia, dan negara Asia Tenggara lainnya. Miqat ini berada di selatan kota Mekah yang kerap dilalui pendatang dari Asia Tenggara.

6. Juhfah

Kemudian lokasi miqat bagi pendatang dari arah Mesir atau barat berada di miqat Juhfah. Lokasi ini berada di utara kota Jeddah yang bersinggungan langsung dengan laut merah.

7. Qarnul Manazil

Selanjutnya lokasi Miqat bagi pendatang dari arah Yaman atau selatan berada di Qarnul Manazil. Miqat ini berada di timur kota Mekah.

8. Dzatu'irq

Dan yang terakhir adalah miqat Dzatu'Irq yang diperuntukkan untuk bagi pendatang dari arah timur atau Iraq. Miqat ini berada di sebelah timur kota Mekah.


Antara miqat zamanni dan miqat makanni keduanya tidak berlaku subsitusi. Artinya ketentuan waktu miqat berdasarkan waktu tetap harus ditepati begitu juga mengambil niat ihram berdasarkan miqat makani yang sesuai lokasi.

Sedangkan untuk setiap lokasi miqat makani, satu titik lokasi hanya berlaku satu kali niat ihram umroh atau haji. Sehingga jika seseorang telah menunaikan ibadah umroh atau hajinya, dia harus kembali atau berada di lokasi miqat lagi untuk mengambil niat umroh berikutnya.

Nah, bagaimana? Sudah lebih paham kan tentang apa itu miqat dan lokasi-lokasinya. Dengan memahami lokasi-lokasi miqat Anda akan bisa menjalankan umroh ataupun haji dengan lebih tepat dan tenang.

Bila Anda ingin bertanya lebih lanjut tentang panduan beribadah umroh ataupun haji, Anda bisa menghubungi kami. Kami akan memandu Anda sebaik mungkin agar Anda bisa melaksanakan ibadah dengan tenang, nyaman dan bahagia.

Happy Prima Wisata Jakarta

Gedung Twink Lt. 5
Jalan Kapten Tendean No. 82 Mampang
Kota Jakarta Selatan
+6281806920294
Happy Prima Wisata Malang

D'panorama Square C-1 Jalan Jendral Ahmad Yani Utara No.1, Purwodadi, Kec. Blimbing, Kota Malang
+6285646894818
Happy Prima Wisata Surabaya

Jalan Ngagel Wasana I No. 38, Barata Jaya, Kec. Gubeng.
Kota Surabaya
+6282225253427

Simak juga update HPW Travel Umroh & Haji
di sosial media

Copyright © Happy Prima Wisata
Designed by TEKNOIA Creative
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram